15 Tips Untuk Jenis Fotografi Landscape

Uncategorized

Written by:

Jenis fotografi ini sebenarnya 90% cuma perlu berada di lokasi danmasa-masa yang tepat.

Itulah makanya motret landscape memang me sti sabar dan istiqomah. Sisanyabermukim klik, jadi deh!

Tapi, terkadang tidak sedikit sekali urusan kecil yang terlupa ketika memotret.

Saya bakal coba mengingatkan hal-hal itu di tips- tips fotografi landscape di bawah ini. Silakan disimak seraya ngopi 🙂

Fotografi Landscape

Fotografi Landscape

  1. Pilih langit atau daratan?

Mari memilih. Mana yang lebih bagus? Langit? atau daratan?

Dilansir situs
Betwin188
Screen reader support enabled.
pilihlah keduanya, ambil separuh daratan dan separuh langit. Maka fotokamu akan terkesan datar, mendua, walaupun barangkali saat tersebut langit menggelora.

Jangan serakah, tonjolkan kekuatan dan biarkan saja kelemahan.

Saat sunset atau sunrise langit memang akan paling menggoda. Tetapi tetap ingatlah aturan klasik rule of third.

Sebagai rule of thumb, berikan unsur yang hendak ditonjolkan sejumlah 2/3 dari frame.

Tapi, ingatlah aturan ini tidak semerta-merta menjadikan foto kamu bagus. Gunakan visi kamu sendiri ketika memotret. Sudah tahu aturannya? Kalo begitu kini waktunya guna dilanggar 🙂

Di potret ini saya memilih daratan, eh lautan guna lebih ditonjolkan hehe.

Saya mundur sedikit, dan memungut langitnya.

Fotografi Landscape

Fotografi Landscape

Boleh dong melanggar aturan? Toh langit dan bumi sama bagusnya, dalam artian yang sebenarnya, refleksi. Ini di belakang lokasi tinggal saya.

Komposisi ‘dead center’. Emang siapa yang ngelarang? 😀

  1. Cari ‘Titik Fokus’

Bukan, bukan tempat tempat anda mengarahkan konsentrasi pada lensa.

tips fotografi landscape

Focal point ialah perahu putih. Gili Laba, TN Komodo.

Tapi lebih ke titik dimana mata penikmat potret kesatu kali bakal tertuju, berhenti, baru lantas menjelajah seisi lokasi foto.

Tidak hanya potret landscape, menurut keterangan dari saya nyaris segala jenis potret memerlukan urusan ini, andai tidak maka potret di-skip aja deh hehe!

Focal point bukannlah POI ( point of interest ), namun POI juga dapat menjadi focal point. Justru focal point yang bakal menjadi titik mula untuk mengeksplorasi POI.

tips fotografi landscape

Focal Point ialah orang yang sedang bergerak. Pantai Sengigi.

  1. Jangan lupakan Foreground

Tidak kalah urgen dengan background, foreground dapat menjadikan potret kita lebih berdimensi.

Ada sensasi kedalaman dari potret kita andai kita memilih memposisikan foreground dengan benar.

Seringkali foreground menjadi focal point dan POI dari potret landscape kita.

Bahkan, menurut keterangan dari saya potret landscape tanpa foreground itu laksana sayur gak gunakan garam!

Ini di antara tips fotografi landscape yang terpenting.

tips fotografi landscape

Foreground dapat berupa apa saja, potret ini foreground berupa bebatuan

tips fotografi landscape

Juga dapat pakai ranting….

tips fotografi landscape

Hingga rumput pun boleh, apapun dapat menjadi foreground. Tinggal anda jeli menyaksikan dan mengolahnya.

tips fotografi landscape

Laptop pun boleh…. ditimpuk

  1. Gunakan Tripod

Barang yang satu ini memang dilema. Dibawa berat, ditinggal nanti menyesal.

Tapi lebih baik sedikit meningkatkan beban, daripada menyesal pas hingga rumah.

Oh iya, pakai juga cable release atau self timer bareng mirror lock upsupaya kamera benar-benar tidak goyang. (tanya mas google kalo gak tahu hehe)

Karena ketika kita mengurangi shutter juga kamera dapat ikut tidak banyak berguncang.

tips fotografi landscape

Malu kalo keliatan muka :3

  1. Maksimalkan Depth of Field (DoF)

Foto landscape pada lazimnya tajam dari ujung ke ujung.

Maka dari tersebut seringkali kita memakai aperture f/8 kebawah, bahkanbiasanya f/22

Pergunakan prinsip hyperfocal distance guna diafragma optimal yang tergantung kondisi. Agar tidak tidak jarang kali di posisi minumum,sebab pada posisi itu hasil potret akan ingin soft.

tips fotografi landscape

Ruang tajam yang lebar

  1. Tangkap gerakan alam

Mungkin beberapa orang berfikir potret landscape ialah foto yang tenang, damai, kalem…

Tapi kita dapat menambahkan tidak banyak “drama” pada potret landscape kita. Dapat berupa ombak di laut, pohon yang tertiup angin, awan yang berjalan, dsb.

Dalam menciduk gerakan laksana ini, dibutuhkan sejumlah peralatanpenyokong seperti filter ND (neutral density) dan tripod.

Jika kita sukses menangkapnya, potret landscape anda akan terasa “otherworld” dengan mood yang paling kuat.

Kalau terdapat yang bilang, “ah tersebut kan bukan kayak aslinya”

Lah, memangnya siapa yang lagi motret dokumentasi? :p

tips fotografi landscape

Tangkap gerakan ombak. Speed 1 sec.

tips fotografi landscape

Tangkap gerakan awan..

tips fotografi landscape

Air terjun pun bisa…

tips fotografi landscape

Alusss…. 🙂

  1. Bekerja sama dengan cuaca

Pantai Rancabuaya, Garut.

Cuaca tidak bisa kita prediksi. Kita cuma dapat menunggu masa-masa yang tepat guna memotret.

Kebanyakan pemula berfikir potret landscape yang bagus ialah padaketika hari yang cerah.

Ini tidak sepenuhnya salah, disini sudah diterangkan jenis – jenis fotografi landscape. Foto yang dipungut saat hari terang sudah biasa dan biasa dijadikan potret ‘kalender’ atau ‘postcard’.

Jika anda ingin potret landscape yang tidak banyak berbeda, memotretlah pada ketika cuaca yang tidak biasa.

Misalnya ketika terjadi badai, mendung, sehabis hujan, langit gelap dengan tidak banyak sinar matahari, dan situasi “extrem” lainnya.

Foto kamu akan lebih berkarakter, sebab kejadian yang kamu foto barusan tidak bakal terulang lagi… 😀

  1. Golden hour & Blue Hour

Cahaya dari samping bakal menunjukan suatu dimensi dan tekstur yangpowerful untuk suatu objek.

Dalam fotografi landscape, cahaya dari samping hadir saat pagi hari dansenja hari. Pada masa-masa ini, warna – warni terlihat paling bagus dan landscape terlihat paling hidup.

Setelah golden hour (sore), tidak boleh bereskan kamera dulu. Tunggulahsesudah matahari terbenam. Sebelum gelap warna langit bakal biru pekat, yang tidak kalah indah.

Blue hour, after sunset.

tips fotografi landscape

Golden hour…before sunset

  1. Garis dan bentuk

Bermainlah dengan komposisi. Garis bisa menjadi focal point yang paling kuat sebab membantu mata anda menelusuri potret landscape kita.

Garis dapat menyerahkan kedalaman ruang yang luar biasa, perspective yang berbeda. Temukan garis dalam foto kamu dan jadikan tersebut kekuatan yang hebat!

tips fotografi landscape

Leading lines.

  1. Shoot in bad light

Terkadang memang kita tidak cukup beruntung. Tapi, usahakanlah tetap memotret.

Cuaca yang buruk terkadang menyerahkan mood yang berbeda. Juga potret kita menjadi beda dari yang lain.

tips fotografi landscape

Kalau memang tidak cukup bagus warnanya, dapat dicoba dengan hitam-putih.

Cuaca ‘galau’ menyerahkan mood yang berbeda

  1. Ganti perspective

Eksplorasi.

Jangan melulu terpaku pada satu titik. Temukan view yang berbeda, jajaki view sejajar dengan tanah, atau naik ke atas pohon.

Biarkan imajinasi kamu mengalir dan menggali view yang cocok dengan visualisasi dan khayalan anda.

tips fotografi landscape

  1. Ambil rinci dari landscape

Landscape tidak melulu wide-angle.

Lensa apa saja dapat untuk motret landscape. Mulai dari fish-eye sampai super telephoto.

Dengan focal length 85mm

Dengan lensa 200mm

..atau pake fish-eye 🙂

  1. Gunakan Filter

Filter me sti yang seharusnya digunakan para landscaper ialah Gradual ND dan Polarizer.

Gradual ND guna mengontrol exposure langit yang terlampau berlebih dibanding daratan. Bentuknya hitam di atas dan transparan dibawah.

Sedangkan Polarizer bermanfaat untuk menghilangkan refleksi cahaya matahari pada benda. Seperti pada bebatuan yang terpapar air. Juga dapat membuat langit menjadi lebih biru.

Foto dengan gradual ND (kiri) dan tanpa gradual ND (kanan)

Perhatikan langit yang biru pekat, ini ialah efek circular polarizer (CPL). Hati-hati andai menggunakan di lensa ultrawide laksana di atas. Karena efek CPL melulu ada pada 90 derajat dari matahari. Langitnya menjadi (agak) tidak natural.

  1. Gunakan Teknik HDR (High dynamic range)

Jika pemakaian filter tidak memungkinkan, kiat HDR dapat digunakan.

Caranya ialah mengambil sejumlah foto dengan range exposure berbeda,lantas menggabungkannya.

Bisa dengan manual blending atau memakai software laksana photomatix atau photoshop.

Jangan terlampau lebay ketika memproses potret HDR. Gunakan supaya foto tampak natural, bukan laksana kartun tiga dimensi.

 

  1. Mari motret terus!

Kalau sudah menyimak semua tips diatas, ayok keluarlah motret landscape. Coba, kapan terakhir kali kamu keluar merasakan sunrise/sunset?

 

Jangan lupa pun latihan motret landscape yah 🙂

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *